Tuhan,
jika telah tiba penantianku
jangan bangunkan hamba pagi-pagi
hamba ingin terbaring di sisiMu
tanpa terganggu kenisbian waktu...
Sabtu, 15 Mei 2010
Untitled
Selasa, 21 Juli 2009
Demam Manohara
Siapa sih yang nggak kenal sama Manohara? Sejak kemunculnya di televisi, dimana semua orang sudah khatam membaca dan mendengar ceritanya yang pilu, Manohara sontak terkenal mendadak.Seakan nggak mau ketinggalan tenar seperti sang model yang cantik nan rupawan itu, dunia fesyen ikut bergelora. Betapa tidak. Mall-mall di Solo terbanjiri oleh model-model tas bahkan kerudung bernama Manohara. Contohnya saja di PGS (Pusat Grosir Solo), dimana tidak ada satu kios pun yang tidak menjual ‘Manohara’. Sang lakon rupanya berhasil menarik minat walaupun tanpa dia sengaja dan bisa memberikan peluang bisnis yang besar.
Tapi marketing strategi yang menurut saya agak aneh tersebut sukses dengan baik. Animo masyarakat terutama kaum hawa yang jadi tujuan sasarannya mulai berduyun-duyun membeli barang-barang itu. Tak heran jika saya sering menemukan sesosok wanita di mall-mall sudah terhipnotis mode. [termasuk saya juga], hehe…
Strategi ini memang menguntungkan apalagi bagi para penjual. Mengingat modelnya juga pantas, modern, dan high creativity, tak salah jika kaum hawa sangat tertarik untuk membeli. Pembeli pun untung besar-besaran.
Tapi yang namanya juga mode, tren, selalu berubah seiring berjalannya waktu. Mungkin ini lagi model yang paling terkenal. Pada saatnya nanti pasti akan meredup juga. Pokoknya terima kasih sama dik Mano yang telah mnghidupkan dunia fesyen di Solo atau mungkin di Indonesia.
Gambar: dari sini
Selasa, 12 Mei 2009
Anak Indonesia Melek IT
Air conditioner alias AC di warnet yang saya kunjungi lumayan sejuk mengingat udara di luar ruangan sangat panas. Saya pun mulai nge-net untuk mencari tugas sambil membuka situs pertemanan saya pula - sambil menyelam minum air, hehe.
Sekitar sepuluh menit berada di komputer urutan nomor empat, saya mendapati segerombolan anak sekitar kelas lima sekolah dasar, tiba-tiba masuk ke dalam warnet dengan wajah polos. Mereka duduk dua dua di tempat yang masih longgar dan kebetulan di depan saya berada.
Dan kamu tahu apa yang mereka lakukan?
Ya, sambil kaki yang menggantung-gantung karena kursi yang terlalu tinggi, mereka asik mem-browsing! Tak hanya itu saja yang mereka lakukan. Berlagak seperti orang dewasa pada umumnya, mereka nge-net nyambi sms-an entah dengan siapa, serta sambil menikmati sekaleng coca-cola dingin pula. *Nikmat tenan, cah!* Cocok untuk udara panas begini, minum yang dingin-dingin. Dasar kelakuan anak jaman sekarang...
Ilustrasi gambar: diperagakan oleh model
Lalu saya berpikir, apa saja yang mereka buka di situs internet ya? Dalam benak saya, mungkin mereka membuka atau mencari gambar-gambar kartun atau hal-hal yang disukai anak kecil normal. Tapi saya khawatir. Tanpa ditemani orang yang lebih tua dari mereka, bisa saja mereka membuka situs-situs yang dilarang untuk dibuka oleh anak seumuran mereka. Bayangkan jika mereka membuka-buka gambar syur atau porno, bisa berabe deh. Who know!? Dan lumayan kaget pula saya tahu bahwa mereka juga memiliki hape berkamera. Bahkan hape saya kalah bagus dari hape mereka.
Memang hal yang menarik untuk dibahas. Apakah orang tua mereka tidak memfilter kebutuhan anak mereka yang notabene masih precil dan belum pantas menggunakan alat-alat super canggih seperti itu? Oleh karena itu, peran orang tua memang sangat penting di jaman edan seperti sekarang. Orang tua harus bertindak sebagai agent of change terhadap anaknya. *Kok tugasnya seperti mahasiswa ya?*
Saya mulai tidak konsen dengan pencarian tugas saya sendiri. Pikiran saya selalu tertuju kepada anak-anak itu. Sesekali saya memandang mereka dan memalingkan pandangan ke arah lain jika mereka ganti melihat saya. Sayang... saya tidak punya foto mereka saat membrowsing disana. Hape saya masih monophonic kawand!
Sabtu, 28 Februari 2009
24 Minutes Forever
Handphone saya bergetar tanpa nada dan menggesrek-nggesrek meja dengan kasar. Ternyata alat kuno itu memanggil sang empu untuk membuka inboxnya. Ya, sudah saya prediksi, satu pesan singkat itu datang dari sahabat lama.
Seperti biasa, ucapan selamat ulang tahun saya lontarkan setiap tahun untuknya. Saya mendoakan dia agar panjang umur dan cita-cita yang diinginkannya tercapai. Yeah, sebuah hal simpel yang bisa saya ucapkan...
Hanya dengan ucapan sesederhana itu, dia mendoakan saya pula. Mendoakan agar kami - saya dan dia sukses di kemudian kelak dan berjanji akan bertemu jika sudah sukses. Kami sempat pula bernadzar untuk mendirikan sebuah yayasan. Maklum dia adalah calon bidan yang jiwa sosialnya sangat besar pasti.
Dan saya yang kala itu sedang mengalami gejala depresi ringan akibat nilai yang anjlok, tiba-tiba hal itu mengubah jalan pikiran di otak saya. Tadinya saya ingin menyerah karena saya rasai tidak mempunyai motivasi lagi untuk meraih cita-cita. Seperti yang saya tahu, tidak termotivasinya saya adalah karena saya sudah mencapai di puncak. Tapi saat di atas itulah, angin semakin kencang mendera. Saya merasa goyah dan ingin terjatuh.
Setelah berpikir lagi, saya terlalu naif dan terburu-buru mengambil sikap. Masih ada lawan yang tangguh untuk saya lawan. Yaitu diri saya sendiri dan orang lain di luar sana yang menunggu untuk dilawan.
24 minutes penuh motivasi
24 minutes penuh emosi
24 minutes yang mengubah saya
Terimakasih sahabat, thanks to Dewi...
Tita,
Rabu, 25 Februari 2009
Polemik Semir Rambut
Pada jaman Nabi Muhammad SAW, orang-orang disunahkan menyemir rambutnya selain warna hitam untuk membedakan orang yang kafir dengan yang mukmin. Tapi sekarang hal itu malah bertolak belakang. Orang kafir ataupun orang yang tidak kafir menyemir rambut mereka selain hitam dan berwarna-warna. Dan hal itu membingungkan kita – mana yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim sejati.
Jawabannya adalah tidak melakukan apa-apa. Ya, bukankah kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita? Rambut yang indah, dengan warna alami yang kita dapatkan sejak lahir. Dan tugas kita adalah merawat apa yang sudah kita dapat.
Atau mungkin lebih baik jika digundul ya... *ngaco* :P
Itulah sudut pandang saya mengenai semir rambut...
Selasa, 24 Februari 2009
Agenda Neoliberalisme di Indonesia
Baru-baru ini kita dikejutkan oleh UU BHP (Undang- Undang Badan Hukum Pendidikan) yang merupakan salah satu bentuk neoliberalisme di tanah air tercinta ini.
UU BHP merupakan suatu sistem pemandirian pengelolaan pendidikan yang cenderung dipaksakan. Dan akibatnya adalah tenggelamnya institusi yang dibangun untuk menciptakan peradaban karena masih disisipi profit oriented. Hal ini merupakan tamparan bagi setiap elemen bangsa yang masih mempunyai kepercayaan terhadap masyarakat yang adil.
Lalu dimanakah peran masyarakat khususnya mahasiswa berada?
Mahasiswa mempunyai peran sebagai control social dan dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan sebagai tempat aspirasi bagi rakyat. Mahasiswa yang menjadi tonggak perubahan / agent of change harus bergerak kembali. Dengan solidnya mahasiswa insya Allah akan menjadi penanda awal bagi perubahan.
Cukuplah penderitaan bangsa yang ditanggung selama ini. Kita tidak boleh diam terhadap sistem neoliberalisme yang sudah jelas berimbas bagi semua elemen masyarakat!
(dari berbagai sumber)
Minggu, 11 Januari 2009
Q n A Bout Love
. Kereta dan cinta bisa membuat hati dan jantung bergetar
. Di dalam kereta dan cinta, ada pertemuan dan perpisahan
- Apa persamaan antara cinta dengan bir ?
. Sama-sama memabukkan dan membuat hilangnya akal
- Apa makna dari sapu tangan ?
. Kecurigaan
. Cinta
. Kerinduan
What are we talking about ?
saya juga bingung, menulis apa saya ini...
Minggu, 28 Desember 2008
Learn from The Experience
Pengalaman mengajar kita, bahwa kita harus berpikir sebelum menceburkan diri
dalam medan pengalaman itu sendiri. Berpikir mendahului pengalaman! (Thinking to
precede the experience).
Dan berpikir itu sendiri sudah suatu pengalaman
pendahuluan. Apabila orang menceburkan diri dalam berpikir akan menumbuk kiri-
kanan. Kemudian orang merasa, alangkah pahit. Dan kepahitan hidup menuakan orang
dan memendekkan umur. Jadi, berpikir memanjangkan umur.
-----------
Ya, benar kata orang - belajar dari pengalaman. Seperti kita akan mencoba sesuatu yang berat, sejatinya tahu akan menang atau kalah. Dan yang kita butuhkan hanyalah keberanian. Keberanian adalah saat kita tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kita tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi. Kita jarang menang, tetapi kadang-kadang kita bisa menang.
Seperti saya, menerapkan pengalaman sebagai pelajaran dalam hidup. Dari pengalaman itu saya tahu bahwa kegagalan itu bukan dalam artian gagal untuk selamanya. Masih ada kata untuk menang jika kita bisa mengalahkan kegagalan itu dengan usaha dan asa yang kuat.
Senin, 15 Desember 2008
Fish vs Star
Saya jadi membayangkan tentang ikan dan bintang – membayangkan betapa banyak ikan di laut dan bintang di langit.
Dan pertanyaan yang nggak penting ini muncul:
Berapa banyakkah mereka? Dan manakah yang lebih banyak? Ini seperti pertanyaan ayam versus telur, duluan mana di antara mereka ada di dunia ini.
Sebenarnya pertanyaan yang nggak perlu di jawab. Saya hanya ingin menyatukan persepsi saja – tinggal kita memandang hal tesebut dari sudut pandang yang berbeda.
What do you think about it? :?
Rabu, 12 November 2008
Ketika Titik Bifurkasi Melanda...
Jumat, 31 Oktober 2008
Persahabatan Itu....
Dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi
Dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya dikala hati gersang kelaparan,
dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Bila dia bicara dan menyatakan pikirannya,
Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara,
Disaat terpisah dengannya, kau tiada berduka cita,
Bagai sebuah gunung yang tampak lebih agung dari tanah ngarai daratan
Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali memperkaya kejiwaan
Sebab kasih sayang yang masih mengandung pamrih,
Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan
Sebab siapakah sahabat itu hingga kau hanya mendekatinya untuk bersama sekedar membunuh waktu?
Sebab ialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu, bukannya untuk mengisi keisenganmu
Dan dalam kemanisan persahabatan, biarkanlah ada tawa ria kegirangan, berbagi duka, dan kesenangan.
Sebab dari titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menghirup fajar hari dan menemukan gairah segarnya kehidupan.
Saya persembahkan untuk jiwa yang telah mengisi hidup ini dengan penuh makna.
Terima kasih sahabat-sahabatku....