Tuhan,
jika telah tiba penantianku
jangan bangunkan hamba pagi-pagi
hamba ingin terbaring di sisiMu
tanpa terganggu kenisbian waktu...
Tampilkan postingan dengan label day by day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label day by day. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Mei 2010
Untitled
Jumat, 14 Agustus 2009
Hanya Sebuah Perjalanan
Kamis kemarin tepatnya, saya berkesempatan dolan dengan teman semasa SMP. Ya… sekedar reuni kecil-kecilan sekaligus menghabiskan masa liburan kuliah Tidak jauh-jauh pula tujuannya, hanya di sekitaran Yogyakarta, Malioboro.
The Beginning
Perjalanan panjang ini dimulai dengan naik kereta Prameks (Prambanan Express). Dewi chaby, selaku otak perencana perjalanan ini serta Galuh gaga, seorang rekan penunjuk arah, ikut dalam ekspedisi menyenangkan kali ini. Hehe…
Daan… inilah yang saya tunggu. Naik kereta Prameks. Ini kali kedua saya naik kereta dalam dua puluh tahun ini.
Pengalaman naik Prameks? Jangan ditanya, sodara. Saya jadi malu sendiri…Jujur, saya nggumun plus nervous. Ternyata inilah wajah Indonesia jika dipandang dari point of view yang berbeda. Mainset yang ada di benak saya selama ini adalah kekumuhan dan ketidakteraturan. Tapi setelah saya melihatnya sendiri, hal itu sirna seketika.
The Beginning
Perjalanan panjang ini dimulai dengan naik kereta Prameks (Prambanan Express). Dewi chaby, selaku otak perencana perjalanan ini serta Galuh gaga, seorang rekan penunjuk arah, ikut dalam ekspedisi menyenangkan kali ini. Hehe…
Daan… inilah yang saya tunggu. Naik kereta Prameks. Ini kali kedua saya naik kereta dalam dua puluh tahun ini.
Pengalaman naik Prameks? Jangan ditanya, sodara. Saya jadi malu sendiri…Jujur, saya nggumun plus nervous. Ternyata inilah wajah Indonesia jika dipandang dari point of view yang berbeda. Mainset yang ada di benak saya selama ini adalah kekumuhan dan ketidakteraturan. Tapi setelah saya melihatnya sendiri, hal itu sirna seketika.

Kereta di stasiun Jebres, Solo
Jalan-jalan ke Malioboro
Setelah berada satu jam di kereta, kami bersiap-siap. Turunlah para trio cantik ke stasiun Tugu. Kemudian dilanjutkan berjalan kaki ke Maloiboro. Ya, berjalan - salah satu olahraga yang cocok untuk mengencangkan paha Anda. Apalagi jika sudah muter-muter ke Malioboronya sendiri, dijamin kaki akan pegel-pegel tapi terefleksi seketika dengan kegembiraan. :?
Lima jam pun terbunuh dengan cepat, tanpa koma terlebih dahulu. Akhirnya saya akan segera pulang juga ke Solo. Naik Prameks lagi. Saya senang naik Prameks karena saya bisa mengantuk, liyer-liyer.
Dan pengalaman yang tak terlupa dari perjalanan ini adalah: saya berbicara dengan bule! :D
Lima jam pun terbunuh dengan cepat, tanpa koma terlebih dahulu. Akhirnya saya akan segera pulang juga ke Solo. Naik Prameks lagi. Saya senang naik Prameks karena saya bisa mengantuk, liyer-liyer.
Dan pengalaman yang tak terlupa dari perjalanan ini adalah: saya berbicara dengan bule! :D
Daripada saya ngoceh yang nggak jelas, Mr. frodo saja yang akan cerita lewat lensanya.
Di sebuah sudut kecil di Malioboro, Yogyakarta
Peron di Stasiun Tugu, Yogyakarta
Senin, 20 Juli 2009
Long Long Vacation
Libur tlah tiba, libur tlah tiba,
Hore! Hore! Hore!
Hehe...
Liburan tlah tiba dan saya tetap saja berada di rumah. Mengakar, sodara. Tapi selama masih ada internet, tenang-tenang saja untuk membunuh waktu penuh ini.
Saya mulai singgah ke wordpress. Dan dengan tega saya katakan bahwa saya mulai selingkuh (maafkan saya, oh blogspot...). Dan inilah blog kedua saya:
Hanya trial and error saja. Contentnya juga nggak beda-beda amat sama si blogspot. Yah, semoga saja saya kuat ngurusin dua peliharaan baru ini. (Satu blog saja susah apalagi dua!)
Hehe... Wish me luck!!!
:D
Hore! Hore! Hore!
Hehe...
Liburan tlah tiba dan saya tetap saja berada di rumah. Mengakar, sodara. Tapi selama masih ada internet, tenang-tenang saja untuk membunuh waktu penuh ini.
Saya mulai singgah ke wordpress. Dan dengan tega saya katakan bahwa saya mulai selingkuh (maafkan saya, oh blogspot...). Dan inilah blog kedua saya:
Hanya trial and error saja. Contentnya juga nggak beda-beda amat sama si blogspot. Yah, semoga saja saya kuat ngurusin dua peliharaan baru ini. (Satu blog saja susah apalagi dua!)
Hehe... Wish me luck!!!
:D
Minggu, 17 Mei 2009
When Shoutmix Become My Enemy
Mempunyai shoutmix di blog mungkin menjadi hal yang wajib bagi blogger. Shoutmix memudahkan blogger melakukan komunikasi dengan blogger lain dalam bentuk kesan dan tulisan. Selain itu, blogger bisa mudah bertukar link. Aktivitas blog walking pun menjadi sering dilakukan.
Tapi jangan mengiyakan dulu pendapat saya di atas. Tak selamanya shoutmix membantu blogger. Gara-gara shoutmix, komputer saya mati suri selama seminggu ini.
Begini awal ceritanya.
Hari itu saya mendapat komentar baru di shoutmix. Sebagai blogger pemula saya merasa lumayan senang. Itu tandanya blog saya payu, paling tidak, pernah di buka oleh pengguna internet. Tapi saking saya ke-pede-an, kesenangan itu berubah seketika menjadi kesedihan berarti. Tiba-tiba saja di layar komputer muncul banyak windows hasil dari blog yang saya buka itu lalu nge-hang. Damn.
Alhasil, mati deh komputer saya.
Setelah kejadian tragis itu, saya masih saja fly. Komputer seperti heroin bagi saya. Jika tak menyentuhnya sehari saja, badan ini mulai greges-greges. Saya bisa mati gaya. Hehe...
Sudah bisa ditebak, itu akibat dari ulah virus. Saya jadi teringat percakapan di radio Prambors Solo yang membahas virus komputer. Menurut narasumbernya, virus bisa datang ke blog yang memiliki banyak link. Kebanyakan virus yang berkebangsaan Indonesia biasanya menggunakan nama-nama gaul dan teknologi. Persis dengan kasus saya dan blog yang saya buka itu berbau teknologi. Apes apes... Akhirnya uang seratus ribu hilang sudah untuk memperbaiki komputer saya.
Tapi jangan mengiyakan dulu pendapat saya di atas. Tak selamanya shoutmix membantu blogger. Gara-gara shoutmix, komputer saya mati suri selama seminggu ini.
Begini awal ceritanya.
Hari itu saya mendapat komentar baru di shoutmix. Sebagai blogger pemula saya merasa lumayan senang. Itu tandanya blog saya payu, paling tidak, pernah di buka oleh pengguna internet. Tapi saking saya ke-pede-an, kesenangan itu berubah seketika menjadi kesedihan berarti. Tiba-tiba saja di layar komputer muncul banyak windows hasil dari blog yang saya buka itu lalu nge-hang. Damn.
Alhasil, mati deh komputer saya.
Setelah kejadian tragis itu, saya masih saja fly. Komputer seperti heroin bagi saya. Jika tak menyentuhnya sehari saja, badan ini mulai greges-greges. Saya bisa mati gaya. Hehe...
Sudah bisa ditebak, itu akibat dari ulah virus. Saya jadi teringat percakapan di radio Prambors Solo yang membahas virus komputer. Menurut narasumbernya, virus bisa datang ke blog yang memiliki banyak link. Kebanyakan virus yang berkebangsaan Indonesia biasanya menggunakan nama-nama gaul dan teknologi. Persis dengan kasus saya dan blog yang saya buka itu berbau teknologi. Apes apes... Akhirnya uang seratus ribu hilang sudah untuk memperbaiki komputer saya.
Minggu, 19 April 2009
Finally 20
Tidak terasa perjalanan hidup seorang Tita sudah mencapai langkah 20. Tepat tanggal 18 April, semua harapan dan cita-cita disatukan dalam sebuah doa.
Di awal kehidupan baru ini, saatnya untuk terlahir kembali menjadi pribadi baru, pribadi yang lebih baik, dan pribadi yang lebih dewasa. Dan di angka 20 ini, saya akan mencoba untuk menjadi personal yang berguna bagi orang lain.
Thank’s untuk Ibu, Aan, Rian
Thank’s buat Bapak atas Brownie baru untuk saya
Dan untuk Tika, Novita, Dewi, Retno, Hanan, serta teman- teman yang ada di FB, thank’s atas ucapan emas kalian.
Happy B’Day to me!!! *Narsis*
Cheers,
Tita
Di awal kehidupan baru ini, saatnya untuk terlahir kembali menjadi pribadi baru, pribadi yang lebih baik, dan pribadi yang lebih dewasa. Dan di angka 20 ini, saya akan mencoba untuk menjadi personal yang berguna bagi orang lain.
Thank’s untuk Ibu, Aan, Rian
Thank’s buat Bapak atas Brownie baru untuk saya
Dan untuk Tika, Novita, Dewi, Retno, Hanan, serta teman- teman yang ada di FB, thank’s atas ucapan emas kalian.
Happy B’Day to me!!! *Narsis*
Cheers,
Tita
Kamis, 09 April 2009
Contreng Day
Nyontreng. Nyon.treng. Trengnyon.
Yap, hari ini saya menuju ke TPS belakang rumah dengan perasaan yang masih mengganjal sangat. Awalnya saya hanya duduk dan mata ini tertuju pada empat buah kotak suara yang terjajar apik. Kotak-kotak suara tersebut ditempeli badannya dengan kertas dan nama yang berbeda pula. Disini sudah membuat saya mulai bengong plus bingung.
Oh, ternyata pemilu kali ini memang beda. Ada empat surat suara untuk memilih DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota. Maklum, sehari sebelum pencontrengan saya baru mengetahui tata cara nyontreng, itupun dari televisi. Katrok memang, tapi hal itu wajar mengingat kesibukan kuliah yang saya alami belakangan ini. Waktu banyak tersita buat mengurus tugas. Perbengongan pun berlanjut.
Walau ukuran surat suara lebih besar dari biliknya, hal ini tak menyurutkan antusiasme warga untuk nyontreng, walau tidak klimaks. Dan yang bisa saya tangkap dari ekspresi wajah mereka adalah Bingung. Alasan kebanyakan adalah caleg dan parpol yang ada saat ini sangat banyak. Pertanyaan lain muncul: Benar- benar siapkah pemilu?
Perbengongan seketika itu akhirnya lenyap ketika nama saya dipanggil petugas PPS.
------------
Indonesia dengan penduduk terbanyak dan negara penganut paham demokrasi memang perlu melakukan pemilu. Demokrasi sendiri berarti oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Ya, sebenarnya pemilu ditujukan untuk rakyat agar kehidupan mereka sejahtera.
Walaupun pilihannya banyak, kita kudu punya pilihan tepat sesuai hati nurani. Semoga dengan pemilu kali ini keadaan Indonesia menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. This country needs our choice, guys! So, don’t be golput ya...
Yap, hari ini saya menuju ke TPS belakang rumah dengan perasaan yang masih mengganjal sangat. Awalnya saya hanya duduk dan mata ini tertuju pada empat buah kotak suara yang terjajar apik. Kotak-kotak suara tersebut ditempeli badannya dengan kertas dan nama yang berbeda pula. Disini sudah membuat saya mulai bengong plus bingung.Oh, ternyata pemilu kali ini memang beda. Ada empat surat suara untuk memilih DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota. Maklum, sehari sebelum pencontrengan saya baru mengetahui tata cara nyontreng, itupun dari televisi. Katrok memang, tapi hal itu wajar mengingat kesibukan kuliah yang saya alami belakangan ini. Waktu banyak tersita buat mengurus tugas. Perbengongan pun berlanjut.
Walau ukuran surat suara lebih besar dari biliknya, hal ini tak menyurutkan antusiasme warga untuk nyontreng, walau tidak klimaks. Dan yang bisa saya tangkap dari ekspresi wajah mereka adalah Bingung. Alasan kebanyakan adalah caleg dan parpol yang ada saat ini sangat banyak. Pertanyaan lain muncul: Benar- benar siapkah pemilu?
Perbengongan seketika itu akhirnya lenyap ketika nama saya dipanggil petugas PPS.
------------
Indonesia dengan penduduk terbanyak dan negara penganut paham demokrasi memang perlu melakukan pemilu. Demokrasi sendiri berarti oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Ya, sebenarnya pemilu ditujukan untuk rakyat agar kehidupan mereka sejahtera.
Walaupun pilihannya banyak, kita kudu punya pilihan tepat sesuai hati nurani. Semoga dengan pemilu kali ini keadaan Indonesia menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. This country needs our choice, guys! So, don’t be golput ya...
Rabu, 01 April 2009
The True Story - Rafflesia Arnoldi
Saya setengah tidak percaya ketika seorang teman memberitahu saya bahwa di halaman belakang rumahnya tumbuh bunga Raflesia Arnoldi alias bunga bangkai.
”Wah, Mbat, omahmu bakal terkenal ki. Nek wis terkenal, jo lali maem-maem ya...”
”Wah, Mbat, omahmu bakal terkenal ki. Nek wis terkenal, jo lali maem-maem ya...”
Artinya: Wah, Mbat. Rumahmu akan terkenal nih. Jika sudah terkenal, jangan lupa makan-makannya ya... :P
”Ah, biasa wae ngono lho Ta”. Ah, biasa saja gitu lho Ta, jawab teman saya.
*Percakapan sedikit didramatisir demi kepentingan postingan ini*
Believe it or not - bunga langka itu dikerumuni banyak lalat dan baunya sangat busuk, busuknya minta ampun. Besarnya baru sebesar dua bola basket, mungkin lebih gedhe.
Kota Sragen namanya jika kamu ingin melihat rafflesia yang pernah saya lihat. Sungguh aneh, bunga ini bisa tumbuh di Pulau Jawa, padahal berdasarkan riset dia hanya bisa tumbuh di hutan Sumatra, Bengkulu. Ngeri ah...
”Ah, biasa wae ngono lho Ta”. Ah, biasa saja gitu lho Ta, jawab teman saya.
*Percakapan sedikit didramatisir demi kepentingan postingan ini*
Believe it or not - bunga langka itu dikerumuni banyak lalat dan baunya sangat busuk, busuknya minta ampun. Besarnya baru sebesar dua bola basket, mungkin lebih gedhe.
Kota Sragen namanya jika kamu ingin melihat rafflesia yang pernah saya lihat. Sungguh aneh, bunga ini bisa tumbuh di Pulau Jawa, padahal berdasarkan riset dia hanya bisa tumbuh di hutan Sumatra, Bengkulu. Ngeri ah...
Mbah Wiki saja berkata bahwa bunga terbesar di dunia ini telah tersebar di berbagai tempat di penjuru dunia. Di Amerika, bunga yang muncul seringkali diberi julukan atau nama tertentu dan selalu menarik perhatian banyak pengunjung.
Subhanallah...
Thx to Rambat for helping me to take this photo. Hihhi…
Subhanallah...
Thx to Rambat for helping me to take this photo. Hihhi…

Bunga Bangkai
Senin, 16 Maret 2009
Susahnya Jadi Art Designer
Mencoba, mencoba, dan mencoba...
Ya, itulah yang saya lakukan saat ini untuk mengisi celah detik yang saya miliki. Program televisi di stasiun favorit saya telah memantrai otak ini dengan hebatnya.
Art design?
Mungkin sudah lama saya melakukannya secara otodidak, tapi tak terpikir untuk terlalu dekat dengan hal itu.
Haha...
Anggrek pun ikut bersemangat melewati hari.
:?
Tita,
Senin, 02 Maret 2009
Fighting in the Dark

Saya hanya ingin mengingat suasana saat raja penimbun listrik terbesar di Indonesia (baca: PLN) melakukan aksinya di kompleks perumahan saya.
Dengan ditemani lilin sepanjang 30 cm, kursi goyang yang diduduki ibu, dan handphone yang mati sendiri karena batterai low menambah ngeri malam itu. Bulu kuduk pun kadang berdiri. Sendiri, takut, gelisah. Hanya lagu somewhere only we know milik Keane yang menjadi tembang harmonis di tengah kegelapan.
Dengan ditemani lilin sepanjang 30 cm, kursi goyang yang diduduki ibu, dan handphone yang mati sendiri karena batterai low menambah ngeri malam itu. Bulu kuduk pun kadang berdiri. Sendiri, takut, gelisah. Hanya lagu somewhere only we know milik Keane yang menjadi tembang harmonis di tengah kegelapan.
Dan saya hanya bisa menggeram dalam hati dan berkata,
”PLN, DIMANA KEBIJAKANMU!!??”
Saya jenuh dengan kegelapan, tugas kuliah belum saya kerjakan pula!
Saya jenuh dengan kegelapan, tugas kuliah belum saya kerjakan pula!
Sabtu, 28 Februari 2009
24 Minutes Forever
Trrrttt...trrrttt... trrrrt....
Handphone saya bergetar tanpa nada dan menggesrek-nggesrek meja dengan kasar. Ternyata alat kuno itu memanggil sang empu untuk membuka inboxnya. Ya, sudah saya prediksi, satu pesan singkat itu datang dari sahabat lama.
Seperti biasa, ucapan selamat ulang tahun saya lontarkan setiap tahun untuknya. Saya mendoakan dia agar panjang umur dan cita-cita yang diinginkannya tercapai. Yeah, sebuah hal simpel yang bisa saya ucapkan...
Hanya dengan ucapan sesederhana itu, dia mendoakan saya pula. Mendoakan agar kami - saya dan dia sukses di kemudian kelak dan berjanji akan bertemu jika sudah sukses. Kami sempat pula bernadzar untuk mendirikan sebuah yayasan. Maklum dia adalah calon bidan yang jiwa sosialnya sangat besar pasti.
Dan saya yang kala itu sedang mengalami gejala depresi ringan akibat nilai yang anjlok, tiba-tiba hal itu mengubah jalan pikiran di otak saya. Tadinya saya ingin menyerah karena saya rasai tidak mempunyai motivasi lagi untuk meraih cita-cita. Seperti yang saya tahu, tidak termotivasinya saya adalah karena saya sudah mencapai di puncak. Tapi saat di atas itulah, angin semakin kencang mendera. Saya merasa goyah dan ingin terjatuh.
Setelah berpikir lagi, saya terlalu naif dan terburu-buru mengambil sikap. Masih ada lawan yang tangguh untuk saya lawan. Yaitu diri saya sendiri dan orang lain di luar sana yang menunggu untuk dilawan.
24 minutes penuh motivasi
24 minutes penuh emosi
24 minutes yang mengubah saya
Handphone saya bergetar tanpa nada dan menggesrek-nggesrek meja dengan kasar. Ternyata alat kuno itu memanggil sang empu untuk membuka inboxnya. Ya, sudah saya prediksi, satu pesan singkat itu datang dari sahabat lama.
Seperti biasa, ucapan selamat ulang tahun saya lontarkan setiap tahun untuknya. Saya mendoakan dia agar panjang umur dan cita-cita yang diinginkannya tercapai. Yeah, sebuah hal simpel yang bisa saya ucapkan...
Hanya dengan ucapan sesederhana itu, dia mendoakan saya pula. Mendoakan agar kami - saya dan dia sukses di kemudian kelak dan berjanji akan bertemu jika sudah sukses. Kami sempat pula bernadzar untuk mendirikan sebuah yayasan. Maklum dia adalah calon bidan yang jiwa sosialnya sangat besar pasti.
Dan saya yang kala itu sedang mengalami gejala depresi ringan akibat nilai yang anjlok, tiba-tiba hal itu mengubah jalan pikiran di otak saya. Tadinya saya ingin menyerah karena saya rasai tidak mempunyai motivasi lagi untuk meraih cita-cita. Seperti yang saya tahu, tidak termotivasinya saya adalah karena saya sudah mencapai di puncak. Tapi saat di atas itulah, angin semakin kencang mendera. Saya merasa goyah dan ingin terjatuh.
Setelah berpikir lagi, saya terlalu naif dan terburu-buru mengambil sikap. Masih ada lawan yang tangguh untuk saya lawan. Yaitu diri saya sendiri dan orang lain di luar sana yang menunggu untuk dilawan.
24 minutes penuh motivasi
24 minutes penuh emosi
24 minutes yang mengubah saya
24 minutes untuk selamanya
Terimakasih sahabat, thanks to Dewi...
Tita,
Terimakasih sahabat, thanks to Dewi...
Tita,
Senin, 16 Februari 2009
Short Minds
Seorang teman berkata kepada saya, ”Mengapa nilaimu sekarang pada turun, Tit? Aku saja mau ngejar n ngalahin kamu..”
Dengan santai dan tersenyum saya menjawab,” Ah, gak apa-apa tuh, cuma kurang rajin belajar aja kok...”
Tapi seungguhnya bukan itu saja yang buat saya gagal dalam semester ini.
Dan saya malah merasa senang!
*aneh...*
Mengapa?
Hmm, karena saya berpikiran bahwa dengan menurunkan nilai, saya tidak lagi menjadi labuhan keterbatasan mereka. Mereka - teman-teman yang mendekati saya jika ada butuhnya saja!
*pedas...*
Mungkin sebuah kalimat yang bisa mewakilkan perasaan saya :
”Kita tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kita melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, hingga kita menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya...”
Jika diibaratkan, intinya saya tidak ingin seperti pendaki gunung yang jika sudah sampai puncak ingin turun kembali. Tapi saya ingin menjadi tumbuhan yang tumbuh sampai tak tahu kapan akan layu- karena selalu berpikir terus untuk tumbuh.
Dengan santai dan tersenyum saya menjawab,” Ah, gak apa-apa tuh, cuma kurang rajin belajar aja kok...”
Tapi seungguhnya bukan itu saja yang buat saya gagal dalam semester ini.
Dan saya malah merasa senang!
*aneh...*
Mengapa?
Hmm, karena saya berpikiran bahwa dengan menurunkan nilai, saya tidak lagi menjadi labuhan keterbatasan mereka. Mereka - teman-teman yang mendekati saya jika ada butuhnya saja!
*pedas...*
Mungkin sebuah kalimat yang bisa mewakilkan perasaan saya :
”Kita tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kita melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya, hingga kita menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya...”
Jika diibaratkan, intinya saya tidak ingin seperti pendaki gunung yang jika sudah sampai puncak ingin turun kembali. Tapi saya ingin menjadi tumbuhan yang tumbuh sampai tak tahu kapan akan layu- karena selalu berpikir terus untuk tumbuh.
Selasa, 03 Februari 2009
Comet Fish
Pernah dengar atau menonton film Lord of the Rings a.k.a LOTR? Film kolosal yang bercerita tentang cincin yang memiliki kekuatan sihir dan sembilan pembawa cincin dari bangsa yang berbeda diutus untuk memusnahkan cincin tersebut, yang harus melalui berbagai rintangan dan mempertaruhkan nyawa mereka.
Begitu terobsesinya dengan film itu saya ingin mengabadikan tokoh yang ada dalam film tersebut. Saya abadikan nama mereka dengan cara memberi nama hewan peliharan saya, yaitu ikan-ikan saya di kolam. Haha, kamu pasti berpikir saya sudah tidak waras. *memang...*
Saya memiliki empat belas ikan komet yang sampai sekarang nggak besar-besar. Semenjak saya membeli ikan-ikan itu, belum ada nama yang cocok untuk mereka. Akhirnya saya kepikiran untuk menamakan tokoh-tokoh dari film LOTR.
Yang sudah pernah melihat filmnya, pasti tahu siapa saja mereka. Ikan saya yang berwarna putih dan yang paling besar saya namakan Gandalf. Dan ikan saya yang lain saya namakan delapan pembawa cincin lainnya, ditambah dengan Saruman, Eown, Eomer, Arwen, dan Elrond. :D
Begitu terobsesinya dengan film itu saya ingin mengabadikan tokoh yang ada dalam film tersebut. Saya abadikan nama mereka dengan cara memberi nama hewan peliharan saya, yaitu ikan-ikan saya di kolam. Haha, kamu pasti berpikir saya sudah tidak waras. *memang...*
Saya memiliki empat belas ikan komet yang sampai sekarang nggak besar-besar. Semenjak saya membeli ikan-ikan itu, belum ada nama yang cocok untuk mereka. Akhirnya saya kepikiran untuk menamakan tokoh-tokoh dari film LOTR.
Yang sudah pernah melihat filmnya, pasti tahu siapa saja mereka. Ikan saya yang berwarna putih dan yang paling besar saya namakan Gandalf. Dan ikan saya yang lain saya namakan delapan pembawa cincin lainnya, ditambah dengan Saruman, Eown, Eomer, Arwen, dan Elrond. :D
Kira saya sudah tidak sehat lagi, akhir-akhir ini saya suka berbicara ngelantur. Mungkin dampak dari liburan yang terlalu lama. Saya berjanji akan memosting hal-hal yang lebih bermanfaat, bukan yang seperti ini.
Sabtu, 31 Januari 2009
New Reborn
Dag dig dug, duerr...
Otak ini seakan mau meledak...
Betapa tidak. Saya mencari template blog di embah google dan mulai bereksperimen dengan blog saya.
Hasilnya... ?
.
.
.
.
Hancur! Template yang sudah saya permak habis-habisan dengan kreasi saya sendiri, berubah semuanya. Blog saya menjadi kacau, hilang beberapa bagian, dan saya tak tahu cara mengembalikannya lagi seperti sedia kala.
Namun, saya tak putus harapan. Secercah cahaya tampak di depan mata.
Otak ini seakan mau meledak...
Betapa tidak. Saya mencari template blog di embah google dan mulai bereksperimen dengan blog saya.
Hasilnya... ?
.
.
.
.
Hancur! Template yang sudah saya permak habis-habisan dengan kreasi saya sendiri, berubah semuanya. Blog saya menjadi kacau, hilang beberapa bagian, dan saya tak tahu cara mengembalikannya lagi seperti sedia kala.
Namun, saya tak putus harapan. Secercah cahaya tampak di depan mata.
Saya berkata pada diri sendiri, ”Kenapa saya tak buat kreasi yang lebih menarik lagi?!”
Dan keajaiban pun muncul....
Tarrraaa..!!!
Yeah, inilah kreasi blog baru saya. Walaupun jadi lebih buruk daripada sebelumnya dan belum terlalu lengkap. Dan maaf bagi ibu saya karena sisa giga internetnya saya habiskan semua karena hal ini.
Pelajaran berharga dari postingan ini:
Kadang dalam mencari pengalaman secara otodidak, risiko harus dilalui sendiri. Memang pahit, tapi dibalik itu semua saya jadi punya pengalaman. Dan jika harus memilih, saya lebih memilih membuat template blog sendiri daripada mendownload di tempat lain.
Hupf.....
Dan keajaiban pun muncul....
Tarrraaa..!!!
Yeah, inilah kreasi blog baru saya. Walaupun jadi lebih buruk daripada sebelumnya dan belum terlalu lengkap. Dan maaf bagi ibu saya karena sisa giga internetnya saya habiskan semua karena hal ini.
Pelajaran berharga dari postingan ini:
Kadang dalam mencari pengalaman secara otodidak, risiko harus dilalui sendiri. Memang pahit, tapi dibalik itu semua saya jadi punya pengalaman. Dan jika harus memilih, saya lebih memilih membuat template blog sendiri daripada mendownload di tempat lain.
Hupf.....
Senin, 08 Desember 2008
Miss Them So Much
Idul Adha yang tak biasa
Saya dilanda kerinduan begitu hebat!
Saya rindu kepulan asap yang datang dari dapur
Rindu masakan ibu yang super lezat
terutama masakan rendang dan empal buatan beliau
Rindu bau badan ayah pula,
Bau badan setelah membagi hewan qurban
Rindu embah yang sesekali membuatkan jus wortel, walau pada akhirnya saya terpaksa meneguknya
Kangen semuanya...
PASTI!!
Ah, mereka hanya pergi sebentar
Just 40 days, Tita!
Empat puluh hari penuh penantian
Tapi saya rasai itu sangat lama
Semoga mereka baik-baik saja disana, ya Allah
-------
Saya dilanda kerinduan begitu hebat!
Saya rindu kepulan asap yang datang dari dapur
Rindu masakan ibu yang super lezat
terutama masakan rendang dan empal buatan beliau
Rindu bau badan ayah pula,
Bau badan setelah membagi hewan qurban
Rindu embah yang sesekali membuatkan jus wortel, walau pada akhirnya saya terpaksa meneguknya
Kangen semuanya...
PASTI!!
Ah, mereka hanya pergi sebentar
Just 40 days, Tita!
Empat puluh hari penuh penantian
Tapi saya rasai itu sangat lama
Semoga mereka baik-baik saja disana, ya Allah
-------
Sabtu, 29 November 2008
Percikan Malam
Langit hitam kelam. Sesekali bulan mulai nampak kembali. Kadang-kadang saja tertutup diselumuti awan diikuti hilangnya cahaya halo disekitarnya. Jangkrik-jangkrik pun tak ada yang mengerik. Sungguh malam yang sunyi...
Kebiasaan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan melihat langit saya bisa mengubah suasana hati. Ya, suasana baru seperti malam ini. Sunyi senyap. Tak sadar saya tersungkur dalam kedamaian dan hanyut dalam sebuah pemikiran. Betapa Maha Besar Allah SWT telah menciptakan tempurung langit sedemikian rupa, bumi dan seisinya. Dan betapa kecilnya saya sebagai makhluk ciptaan-Nya.
Saya masih tetap duduk juga, di kursi tamu di teras rumah – sendiri. Melihat langit seraya berbalut dinginnya malam. Dingin sampai menyusup tulang dan sendi. Badan saya tak berani bergerak. Cuma kaki yang sebentar-sebentar mengetuk-ngetuk lantai memberi secuil irama malam. Mata saya memandang langit kembali, angan-angan saya melayang lagi – entah kemana.
-----
Minggu, 23 November 2008
Mengingat Maut
Dua hari yang lalu, tak biasanya jalan yang saya lewati itu dipenuhi orang dan puluhan polisi. Jalan juga penuh sesak oleh truk-truk besar dan mobil pribadi sehingga kemacetan tidak dapat dihindari. Segesit mungkin saya memanuver shogun merah tua saya melalui kemacetan itu. Bersama iring-iringan motor yang lain, saya pun mengikuti mereka untuk mengambil jalan pintas. Sampai di perempatan jalan, saya mendapati seorang pria tengah baya berbaju serba hitam tergeletak di tengah jalan, dengan kepala ditutupi koran dan darah segar masih mengalir di dekatnya. Dia sudah tak bernyawa.
Berjarak kurang dari satu meter, saya mengamati keadaannya sejenak. Kedua tangan saya langsung gemetaran, bulu roma serentak berdiri seperti mau diajak perang, serta badan seketika mendadak lemas. Shock, mulut saya tak henti berkomat-kamit untuk beristighfar. Saya berhipotesis bahwa pria itu korban kecelakaan lalu lintas. Entah kenapa di sisa perjalanan menuju ke rumah, saya menangis. Menangis karena kasihan dan takut kejadian itu juga akan menimpa saya. Ya, keimanan saya sedang diuji Tuhan, Allah SWT.
Sampai hari ini saja saya masih tak bisa melupakan kejadian kemarin. Kebetulan atau memang itu hikmah buat saya. Setelah adik saya pulang sekolah, dengan gayanya yang antusias dia bercerita tentang keadaan temannya. Dia bercerita lagi-lagi tentang kecelakaan. Belum puas dengan trauma yang saya dapat, saya sudah dijejal lagi dengan kejadian yang mengerikan. Kakak keponakan temannya tewas tertabrak truk, tepat di jalan yang saya lalui kemarin. Ya, ternyata pria yang dimaksud adalah pria yang saya lihat kemarin. Dibalik kecelakaan itu, ada cerita yang membuat trenyuh hati saya. Menurut cerita adik saya, pria itu melihat anak kecil yang kesulitan menyeberang. Sempat-sempatnya pria itu berhenti dari motor dan membantu menyeberangkan anak itu. Di tengah jalan, sebuah truk datang tiba-tiba dengan kecepatan yang lumayan tinggi dan menabrak pria itu. Anak yang akan diseberangkannya di jatuhkan menjauh dan hanya mengalami luka-luka. Naas, orang itu tertabrak dan kepalanya terlindas ban truk.
Saya pun segera teringat kembali keadaan terakhir pria itu. Sungguh malang sekali nasibnya. Ingin berbuat kebaikan untuk orang lain malah dirinya yang menjadi korban.
----
Dari kejadian itu saya mendapatkan satu hikmah besar. Allah SWT menyimpan rencana besar tentang kematian. Kita tidak tahu kapan DIA mengutus malaikat pencabut nyawa untuk mengambil jiwa kita. Maka, ingatlah akan maut yang semakin hari kian mendekat. Karena hidup bukan untuk hidup, tapi hidup untuk Yang Maha Hidup.
Minggu, 02 November 2008
Bintang Berjalan
Kejadian ini tak lama berselang, tepatnya sebelum bulan ramadhan tiba. Di pagi yang agak berembun dan dingin, dengan keadaan yang masih ngantuk... saya niatkan tuk mengambil air wudhu di kran dekat teras rumah.
Lagi-lagi kebiasan saya di pagi hari, selalu memandang langit tuk melihat rasi bintang. Saya paling suka dengan Orion. Maklum, saya tinggal di sudut kota Solo dimana bintang jarang terlihat karena langit selalu mendung dan tingginya bangunan di sekitar rumah. Jadi, hanya bisa melihat bintang di waktu tertentu saja serta dengan jarak pandang yang terbatas.
Sekitar pukul 04.45 wib saya menengadah ke atas dan melihat dua bintang berjalan! Anehnya, saya tak kunjung masuk ke dalam rumah, tapi terus saja melihat kedua bintang itu berjalan saling berjauhan. Satu bintang berjalan pelan ke arah barat laut dan satunya lagi berjalan ke tenggara. Saya kira itu adalah dua buah pesawat UFO milik mr. alien. Saat itu saja saya masih sempat berguman - sungguh indah pemandangan langka itu....
Uppss, saya segera sadar bahwa itu bukan sebuah lamunan atau mimpi, tapi sebuah kenyataan. Segera saya lanjutkan untuk wudhu secepat mungkin karena perasaan takut yang mulai hinggap. Wuaaa....terbesit dalam pikiran saya, apa ya tadi??
Yah, karena saya hanya percaya Allah SWT, saya menganggapnya sebagai secuil kebesaran dan keagungan-Nya pada alam semesta yang ditujukkan pada saya. Hehe.....
Menurut sumber yang bisa dipercaya, bintang berjalan biasa muncul di tengah malam bulan mati. Sebenarnya bukan sebuah pertanda akan terjadi suatu peristiwa, tapi hanya peristiwa alam biasa. Jadi, nggak usah takut terhadap fenomena yang terjadi disekitarmu ya.
Jumat, 31 Oktober 2008
Persahabatan Itu....
Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendapat imbangan
Dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi
Dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya dikala hati gersang kelaparan,
dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Bila dia bicara dan menyatakan pikirannya,
Dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi
Dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya dikala hati gersang kelaparan,
dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Bila dia bicara dan menyatakan pikirannya,
kau tidak menakuti bisikan ’tidak’ dikalbumu sendiri dan tiada takut melahirkan kata ’ya’
Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara,
Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara,
hatimu tiada kan henti mencoba menangkap bahasa hatinya
Disaat terpisah dengannya, kau tiada berduka cita,
Disaat terpisah dengannya, kau tiada berduka cita,
sebab apa yang paling kau kasihi darinya amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan
Bagai sebuah gunung yang tampak lebih agung dari tanah ngarai daratan
Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali memperkaya kejiwaan
Sebab kasih sayang yang masih mengandung pamrih,
Bagai sebuah gunung yang tampak lebih agung dari tanah ngarai daratan
Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali memperkaya kejiwaan
Sebab kasih sayang yang masih mengandung pamrih,
di luar misterinya sendiri bukanlah kasih, namun jaring yang ditebarkan
Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan
Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan
Jika dia harus tahu pasang surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu
Sebab siapakah sahabat itu hingga kau hanya mendekatinya untuk bersama sekedar membunuh waktu?
Sebab siapakah sahabat itu hingga kau hanya mendekatinya untuk bersama sekedar membunuh waktu?
Carilah ia, untuk bersama menghidupkan sang waktu
Sebab ialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu, bukannya untuk mengisi keisenganmu
Dan dalam kemanisan persahabatan, biarkanlah ada tawa ria kegirangan, berbagi duka, dan kesenangan.
Sebab dari titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menghirup fajar hari dan menemukan gairah segarnya kehidupan.
Saya persembahkan untuk jiwa yang telah mengisi hidup ini dengan penuh makna.
Terima kasih sahabat-sahabatku....
Sebab ialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu, bukannya untuk mengisi keisenganmu
Dan dalam kemanisan persahabatan, biarkanlah ada tawa ria kegirangan, berbagi duka, dan kesenangan.
Sebab dari titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menghirup fajar hari dan menemukan gairah segarnya kehidupan.
Saya persembahkan untuk jiwa yang telah mengisi hidup ini dengan penuh makna.
Terima kasih sahabat-sahabatku....
Langganan:
Postingan (Atom)
