Buku Tamu

Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juli 2009

Demam Manohara

Siapa sih yang nggak kenal sama Manohara? Sejak kemunculnya di televisi, dimana semua orang sudah khatam membaca dan mendengar ceritanya yang pilu, Manohara sontak terkenal mendadak.

Seakan nggak mau ketinggalan tenar seperti sang model yang cantik nan rupawan itu, dunia fesyen ikut bergelora. Betapa tidak. Mall-mall di Solo terbanjiri oleh model-model tas bahkan kerudung bernama Manohara. Contohnya saja di PGS (Pusat Grosir Solo), dimana tidak ada satu kios pun yang tidak menjual ‘Manohara’. Sang lakon rupanya berhasil menarik minat walaupun tanpa dia sengaja dan bisa memberikan peluang bisnis yang besar.

Tapi marketing strategi yang menurut saya agak aneh tersebut sukses dengan baik. Animo masyarakat terutama kaum hawa yang jadi tujuan sasarannya mulai berduyun-duyun membeli barang-barang itu. Tak heran jika saya sering menemukan sesosok wanita di mall-mall sudah terhipnotis mode. [termasuk saya juga], hehe…

Strategi ini memang menguntungkan apalagi bagi para penjual. Mengingat modelnya juga pantas, modern, dan high creativity, tak salah jika kaum hawa sangat tertarik untuk membeli. Pembeli pun untung besar-besaran.

Tapi yang namanya juga mode, tren, selalu berubah seiring berjalannya waktu. Mungkin ini lagi model yang paling terkenal. Pada saatnya nanti pasti akan meredup juga. Pokoknya terima kasih sama dik Mano yang telah mnghidupkan dunia fesyen di Solo atau mungkin di Indonesia.

Gambar: dari sini

Jumat, 05 Juni 2009

Kantor Pos dan Zaman

Sebuah bangunan agak tua masih saja berdiri di jantung jalan kota Solo. Bangunan yang masih megah dengan sisi gelap dan isi yang tidak terlalu berfungsi dengan baik. Embel-embel Kantor Pos Solo (Persero) bertandang erat di papan yang tertempel di temboknya.

Samping jalan di kantor pos relatif lenggang. Padahal dulu banyak sekali pedagang kaki lima berjajar di trotoar yang sekarang tampak lenggang itu. Jasa orang mengangkat pun sudah tidak bisa ditemui lagi. Alih-alih semuanya menjadi tatanan rapi dan tidak berserakan seperti dulu, yang membuat kesemrawutan kota.

Kantor pos seperti barang substitusi yang sudah habis manisnya, sepahnya lalu dibuang. Kok bisa?
Dengan semakin majunya teknologi, peran kantor pos tidak lagi jadi icon pahlawan lagi. Bayangkan sadjo, semua peran kantor pos diambil alih oleh Mbah internet. * Dasar jahat kamu, Mbah Net! *
Haha.

Begini.

Coba kita telusuri jaman mekak ra penak dulu. Hal ini pasti juga sodara dan saya pernah mengalaminya. Ketika masih duduk di kelas enam SD, saat hari raya idul fitri tiba, saya suka sekali membeli kartu ucapan untuk dikirimkan ke teman-teman dan sanak sodara. Saya juga penggemar perangko dan pernah menjadi filatelis. Segala macam perangko saya kumpulkan dan kadang bertukaran dengan teman. Oleh karena itu, saya sering ke kantor pos (Itu duluuu...).
Pokoke nyenengkeh lah.

Kantor Pos Solo

Coba bandingkan di jaman sekarang, berkirim surat tidak harus lewat kantor pos lagi. Layanan jasa seperti SMS, MMS, facebook, email dan lain-lain sudah menjamur. Selain lebih cepat, jasa-jasa ini relatif lebih efisien dan murah - modern pula. Nggak usah bersusah payah ke kantor pos, kita sudah bisa menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan dengan cuma-cuma dan sambil duduk manis.
* Kok saya jadi serius begini ya? *

Intinya, jika kantor pos tidak melakukan inovasi, mungkin beberapa tahun ke depan kantor pos benar-benar bisa punah. Saya tidak ingin kantor pos punah!!! *Bengong*

Selasa, 12 Mei 2009

Anak Indonesia Melek IT

Kejadian ini sudah berlangsung tiga bulan lalu atau mungkin lebih, saya lupa tepatnya kapan.
Sebagai mahasiswi semester empat saya tidak pernah lepas dari tugas yang diharuskan untuk mencari sumber di internet. Dan inilah sejentik kisah yang saya dapat di sebuah warnet dekat kampus.

Air conditioner alias AC di warnet yang saya kunjungi lumayan sejuk mengingat udara di luar ruangan sangat panas. Saya pun mulai nge-net untuk mencari tugas sambil membuka situs pertemanan saya pula - sambil menyelam minum air, hehe.

Sekitar sepuluh menit berada di komputer urutan nomor empat, saya mendapati segerombolan anak sekitar kelas lima sekolah dasar, tiba-tiba masuk ke dalam warnet dengan wajah polos. Mereka duduk dua dua di tempat yang masih longgar dan kebetulan di depan saya berada.

Dan kamu tahu apa yang mereka lakukan?

Ya, sambil kaki yang menggantung-gantung karena kursi yang terlalu tinggi, mereka asik mem-browsing! Tak hanya itu saja yang mereka lakukan. Berlagak seperti orang dewasa pada umumnya, mereka nge-net nyambi sms-an entah dengan siapa, serta sambil menikmati sekaleng coca-cola dingin pula. *Nikmat tenan, cah!* Cocok untuk udara panas begini, minum yang dingin-dingin. Dasar kelakuan anak jaman sekarang...

Ilustrasi gambar: diperagakan oleh model

Lalu saya berpikir, apa saja yang mereka buka di situs internet ya? Dalam benak saya, mungkin mereka membuka atau mencari gambar-gambar kartun atau hal-hal yang disukai anak kecil normal. Tapi saya khawatir. Tanpa ditemani orang yang lebih tua dari mereka, bisa saja mereka membuka situs-situs yang dilarang untuk dibuka oleh anak seumuran mereka. Bayangkan jika mereka membuka-buka gambar syur atau porno, bisa berabe deh. Who know!? Dan lumayan kaget pula saya tahu bahwa mereka juga memiliki hape berkamera. Bahkan hape saya kalah bagus dari hape mereka.

Memang hal yang menarik untuk dibahas. Apakah orang tua mereka tidak memfilter kebutuhan anak mereka yang notabene masih precil dan belum pantas menggunakan alat-alat super canggih seperti itu? Oleh karena itu, peran orang tua memang sangat penting di jaman edan seperti sekarang. Orang tua harus bertindak sebagai agent of change terhadap anaknya. *Kok tugasnya seperti mahasiswa ya?*

Saya mulai tidak konsen dengan pencarian tugas saya sendiri. Pikiran saya selalu tertuju kepada anak-anak itu. Sesekali saya memandang mereka dan memalingkan pandangan ke arah lain jika mereka ganti melihat saya. Sayang... saya tidak punya foto mereka saat membrowsing disana. Hape saya masih monophonic kawand!

Kamis, 09 April 2009

Contreng Day

Nyontreng. Nyon.treng. Trengnyon.

Yap, hari ini saya menuju ke TPS belakang rumah dengan perasaan yang masih mengganjal sangat. Awalnya saya hanya duduk dan mata ini tertuju pada empat buah kotak suara yang terjajar apik. Kotak-kotak suara tersebut ditempeli badannya dengan kertas dan nama yang berbeda pula. Disini sudah membuat saya mulai bengong plus bingung.

Oh, ternyata pemilu kali ini memang beda. Ada empat surat suara untuk memilih DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota. Maklum, sehari sebelum pencontrengan saya baru mengetahui tata cara nyontreng, itupun dari televisi. Katrok memang, tapi hal itu wajar mengingat kesibukan kuliah yang saya alami belakangan ini. Waktu banyak tersita buat mengurus tugas. Perbengongan pun berlanjut.

Walau ukuran surat suara lebih besar dari biliknya, hal ini tak menyurutkan antusiasme warga untuk nyontreng, walau tidak klimaks. Dan yang bisa saya tangkap dari ekspresi wajah mereka adalah Bingung. Alasan kebanyakan adalah caleg dan parpol yang ada saat ini sangat banyak. Pertanyaan lain muncul: Benar- benar siapkah pemilu?
Perbengongan seketika itu akhirnya lenyap ketika nama saya dipanggil petugas PPS.

------------

Indonesia dengan penduduk terbanyak dan negara penganut paham demokrasi memang perlu melakukan pemilu. Demokrasi sendiri berarti oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Ya, sebenarnya pemilu ditujukan untuk rakyat agar kehidupan mereka sejahtera.

Walaupun pilihannya banyak, kita kudu punya pilihan tepat sesuai hati nurani. Semoga dengan pemilu kali ini keadaan Indonesia menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. This country needs our choice, guys! So, don’t be golput ya...

Senin, 06 April 2009

No Excuse

You have no excuse, wherever you are...

------------------------

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang mengabaikan akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Sudah tegakkah sholat Anda?

Gambar: at magnum photos

Rabu, 01 April 2009

The True Story - Rafflesia Arnoldi

Saya setengah tidak percaya ketika seorang teman memberitahu saya bahwa di halaman belakang rumahnya tumbuh bunga Raflesia Arnoldi alias bunga bangkai.

”Wah, Mbat, omahmu bakal terkenal ki. Nek wis terkenal, jo lali maem-maem ya...”
Artinya: Wah, Mbat. Rumahmu akan terkenal nih. Jika sudah terkenal, jangan lupa makan-makannya ya... :P
”Ah, biasa wae ngono lho Ta”. Ah, biasa saja gitu lho Ta, jawab teman saya.
*Percakapan sedikit didramatisir demi kepentingan postingan ini*

Believe it or not - bunga langka itu dikerumuni banyak lalat dan baunya sangat busuk, busuknya minta ampun. Besarnya baru sebesar dua bola basket, mungkin lebih gedhe.

Kota Sragen namanya jika kamu ingin melihat rafflesia yang pernah saya lihat. Sungguh aneh, bunga ini bisa tumbuh di Pulau Jawa, padahal berdasarkan riset dia hanya bisa tumbuh di hutan Sumatra, Bengkulu. Ngeri ah...
Mbah Wiki saja berkata bahwa bunga terbesar di dunia ini telah tersebar di berbagai tempat di penjuru dunia. Di Amerika, bunga yang muncul seringkali diberi julukan atau nama tertentu dan selalu menarik perhatian banyak pengunjung.
Subhanallah...

Thx to Rambat for helping me to take this photo. Hihhi…

Bunga Bangkai

Rabu, 04 Maret 2009

Tips Membaca Cepat dan Efektif

Anda ingin mengetahui tips membaca cepat dan efektif ?

Sebelumnya jawablah pertanyaan berikut :
Apakah Anda dapat membaca satu koran selama sejam ?
Bila Anda menjawab "ya", berarti sebenarnya Anda bisa membaca sedikitnya empat buku dalam sehari lho!!

Lalu, bagaimana cara kita membaca koran?

Anda tentu hanya membaca hal-hal yang anda minati. Dan bagaimana Anda tahu yang anda minati? Hal ini dikarenakan lembar koran dibagi menjadi empat bagian, Anda hanya membaca halaman olahraga bila berminat pada olahraga, membaca halaman bisnis jika tertarik pada bisnis. Namun, Anda tentu tidak membaca setiap artikel olahraga dan bisnis. Kepala berita (headline) koran menyoroti poin-point utama, dan memudahkan anda dalam memilihnya. Gaya penulisan koran memudahkan anda mengumpulkan poin-poin utama. Setelah kepala-berita, anda biasanya menemukan ringkasan isinya dalam paragraf pertama, sehingga dapat membaca ringkasannya atau memutuskan untuk membaca seluruh berita.

Lebih dari separo koran adalah iklan. Tentu tidak anda baca semuanya. Pemasang iklan berusaha menarik perhatian anda dengan kepala-berita dan gambar. Iklan mini disusun secara kategoris dan alphabetis. Jika anda ingin membeli rumah, anda perlu membaca halaman jual rumah. Anda cukup memilih rumah yang terletak di kawasan yang anda sukai, yang disusun secara alphabetis.

Singkatnya, anda telah memecahkan kode koran tersebut. Anda tahu rumus, cara membaca-sekilas koran setiap harinya. Jadi, anda sebenarnya tahu cara membaca empat buku atau tulisan apa pun. Rahasianya adalah memecahkan kode buku itu, untuk menemukan rumus setiap penerbitan.

Reporter pengadilan, misalnya, mengetahui format standar penulisan keputusan hakim. Para hakim biasanya meninjau ulang kasus dan argumen utamanya dalam beberapa halaman, lalu mengungkapkan penemuannya dalam paragraf terakhir. Jadi, para reporter tidak pernah membaca keputusan pengadilan dari awal. Mereka membaca dari halaman terakhir biasanya paragraf terakhir karena mereka membaca keputusan tersebut untuk melaporkan vonisnya.

Prinsip yang sama berlaku dalam membaca buku teks (selain buku fiksi).
Pertama kali pada saat membaca sebuah buku, tanyakan pada diri anda :
Mengapa saya membaca buku tersebut?
Apa yang ingin saya temukan dari buku tersebut?
Informasi baru apa yang ingin saya pelajari?
Kemudian, temukan rumus buku tersebut.

Hampir semua buku menyatakan tujuan utamanya dalam kata pengantar. Pengantar akan memberi tahu anda apakah buku tersebut dapat memberikan jawaban yang anda inginkan. Pada Daftar Isi, anda dapat melihat judul bab dan sub judul. Di setiap bab, paragraf pertama menunjukan tema utama, dan biasanya diakhiri dengan ringkasan. Dari sini anda dapat memutuskan perlu tidaknya membaca setiap bab. Anda tentu memilih topik dengan bekal pengetahuan dasar yang ingin anda kembangkan. Jadi, anda tidak perlu membaca seluruh materi, kecuali ingin menyegarkan memori.

Singkatnya, baca buku seperti pada buku resep. Jika anda ingin memasak rendang, jangan baca semua halaman buku 1001 Resep Masakan Minang. Cukuplah membaca apa yang ingin anda ketahui. Tip ini akan membuat anda mampu membaca empat buku dalam waktu yang anda butuhkan untuk menyelesaikan satu koran.

Tip lain : Jangan membaca secara perlahan dan tenang-tenang.
Kemampuan otak sangat menakjubkan, mampu menangkap seluruh informasi dengan cepat. Setiap mata memiliki 130 juta penerima cahaya dan kemampuan ajaib mata untuk meneruskan pemandangan itu ke korteks visual. Itulah kemampuan holistik otak untuk ?memotret? sebuah gambar utuh.

Belajarlah menggunakannya dengan cara berikut :
Pegang buku dengan satu tangan, cukup jauh dari mata anda untuk melihat seluruh halaman. Dengan tangan yang lain, gunakan telunjuk atau pulpen, latihlah menggerakkan telunjuk atau pulpen anda itu ke bawah dengan cepat di bagian tengah halaman (bukan di barisan tulisan), dan arahkan mata anda untuk melihat tepat di atasnya, dan mengikuti gerakan ke bawah. Anda akan terkejut melihat apa yang dapat anda serap, jika anda tahu benar apa yang sedang anda cari.

Selamat membaca cepat dan efektif....
(dari berbagai sumber)

Senin, 02 Maret 2009

Friendster dan Facebook

Duo F” yang paling digemari...
Dalam dunia maya kita mengenal banyak sekali situs-situs pertemanan, diantaranya friendster (baca: FS) dan facebook (baca: FB).

Tapi apakah yang membuat dua situs itu begitu digemari?

Dari sumber yang bisa dipercaya, friendster digemari di Asia terutama di Indonesia. Terbukti bahwa friendster memposisikan dirinya di urutan teratas situs pertemanan paling digemari orang Indonesia. Tapi di benua lain seperti Eropa dan Amerika, facebook lebih terkenal daripada friendster yang hanya berada di urutan ke empat.

Makin banyak orang terutama pelajar menggunakan friendster dan facebook. Dan dengan adanya teknologi yang semakin canggih, mereka bisa membuka lewat hp tanpa harus ke warnet atau connect lewat komputer. Kita bisa bertemu dan berkomunikasi lagi dengan orang yang jarang bahkan tidak pernah kita temui dalam waktu yang lama.

Selain itu, ternyata facebook dan friendster sering dijadikan para businessman untuk membantu pemasaran bisnis mereka alias promosi. Situs itu bisa mempertemukan para businessman yang belum saling kenal bisa membuat perjanjian atau kesepakatan dalam bisnis mereka.

Jadi, berbagai kemudahan yang sekarang ada memang sangat membantu kita dalam beberapa bidang. Tentu moral dan etika dalam menggunakannya juga harus diperhatikan dan jangan disalahgunakan untuk hal-hal yang buruk. Wokey kawand, bijaklah dalam memakai situs-situs tersebut ya...

Rabu, 25 Februari 2009

Polemik Semir Rambut

Dewasa ini semir rambut marak digandrungi oleh berbagai kalangan, baik itu pria, wanita, remaja bahkan embah sampai eyang buyut pun banyak yang memakai. Dan alasan mereka menyemir rambut hanya untuk mempercantik penampilan saja.

Pada jaman Nabi Muhammad SAW, orang-orang disunahkan menyemir rambutnya selain warna hitam untuk membedakan orang yang kafir dengan yang mukmin. Tapi sekarang hal itu malah bertolak belakang. Orang kafir ataupun orang yang tidak kafir menyemir rambut mereka selain hitam dan berwarna-warna. Dan hal itu membingungkan kita – mana yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim sejati.

Jawabannya adalah tidak melakukan apa-apa. Ya, bukankah kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita? Rambut yang indah, dengan warna alami yang kita dapatkan sejak lahir. Dan tugas kita adalah merawat apa yang sudah kita dapat.
Atau mungkin lebih baik jika digundul ya... *ngaco* :P

Itulah sudut pandang saya mengenai semir rambut...

Sabtu, 14 Februari 2009

Fenomena Gerhana Matahari

Gerhana matahari dan keeksotikannya....

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 26 januari 2009 kita dikejutkan oleh fenomena alam yaitu gerhana matahari.

Menurut mitos, orang Jawa percaya bahwa gerhana matahari terjadi karena sang buto ijo memakan matahari. Ada pula versi yang menyebutkan, anak-anak dan wanita hamil harus bersembunyi di bawah tempat tidur. Jika tidak, buto ijo akan memakan mereka.

Tapi jika kita menelaah dari dunia ilmu pengetahuan, gerhana matahari terjadi karena matahari, bulan, dan bumi berada pada garis edar yang sejajar. Bulan berada tepat di antara bumi dan matahari.

Sebelum manusia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, hal itu sudah dijelaskan dalam Al Quran surat Ar Rahman ayat 5:
”Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.”
Sungguh Allah SWT Maha Mengetahui apa yang belum kita ketahui.
Subhanallah....

Ini ada 'foto colongan' yang dipotret oleh adik saya saat detik-detik gerhana akan terjadi. So, check this out. Halah...

Gerhana matahari