Buku Tamu

Kamis, 11 Juni 2009

Summer Scent

Setelah bingung mencari objek di sekitar rumah; seperti di bawah kolong meja, toilet, tempat pemean, taman depan rumah, dan sebagainya...
Akhirnya bunga anggrek dan bunga adenium di taman belakang menolong saya keluar dari kefrustasian ini. Bunga yang tidak saya sangka dapat mekar kembali karena kemadulannya dalam bertumbuh, tiba-tiba njedul dan pamer mahkota kepada saya. Sungguh bunga-bunga yang sombong.
Ya tidak apa-apa lah. Daripada tidak menemukan satu objek pun untuk dipotret pada musim panas kali ini. Terpaksa saya mengambil si 'dia'.

Harap maklum jika potonya jelek. Lha wong saya sekedar coba-coba dan belum terlalu ahli di bidang fotografi.

SE K770i
28 April 2009
12:11 PM





DSC-W110
9 April 2009
12:21 PM

Note: penulis menerima segala macam kritikan pedas dan membangun

:)

Jumat, 05 Juni 2009

Kantor Pos dan Zaman

Sebuah bangunan agak tua masih saja berdiri di jantung jalan kota Solo. Bangunan yang masih megah dengan sisi gelap dan isi yang tidak terlalu berfungsi dengan baik. Embel-embel Kantor Pos Solo (Persero) bertandang erat di papan yang tertempel di temboknya.

Samping jalan di kantor pos relatif lenggang. Padahal dulu banyak sekali pedagang kaki lima berjajar di trotoar yang sekarang tampak lenggang itu. Jasa orang mengangkat pun sudah tidak bisa ditemui lagi. Alih-alih semuanya menjadi tatanan rapi dan tidak berserakan seperti dulu, yang membuat kesemrawutan kota.

Kantor pos seperti barang substitusi yang sudah habis manisnya, sepahnya lalu dibuang. Kok bisa?
Dengan semakin majunya teknologi, peran kantor pos tidak lagi jadi icon pahlawan lagi. Bayangkan sadjo, semua peran kantor pos diambil alih oleh Mbah internet. * Dasar jahat kamu, Mbah Net! *
Haha.

Begini.

Coba kita telusuri jaman mekak ra penak dulu. Hal ini pasti juga sodara dan saya pernah mengalaminya. Ketika masih duduk di kelas enam SD, saat hari raya idul fitri tiba, saya suka sekali membeli kartu ucapan untuk dikirimkan ke teman-teman dan sanak sodara. Saya juga penggemar perangko dan pernah menjadi filatelis. Segala macam perangko saya kumpulkan dan kadang bertukaran dengan teman. Oleh karena itu, saya sering ke kantor pos (Itu duluuu...).
Pokoke nyenengkeh lah.

Kantor Pos Solo

Coba bandingkan di jaman sekarang, berkirim surat tidak harus lewat kantor pos lagi. Layanan jasa seperti SMS, MMS, facebook, email dan lain-lain sudah menjamur. Selain lebih cepat, jasa-jasa ini relatif lebih efisien dan murah - modern pula. Nggak usah bersusah payah ke kantor pos, kita sudah bisa menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan dengan cuma-cuma dan sambil duduk manis.
* Kok saya jadi serius begini ya? *

Intinya, jika kantor pos tidak melakukan inovasi, mungkin beberapa tahun ke depan kantor pos benar-benar bisa punah. Saya tidak ingin kantor pos punah!!! *Bengong*

Rabu, 20 Mei 2009

Batik

Warisan budaya nan Elok...


Batik

Siapapun pasti sudah kenal dengan batik. Batik seperti yang saya tahu, merupakan hasil budaya bangsa Indonesia yang indah, yang tidak ada duanya di muka bumi ini. Hehe...

Batik adalah sehelai wastra/ kain yang dibuat secara tradisional, beragam hias pola-pola tertentu, yang pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan malam atau lilin batik sebagai bahan perintang warna.

Batik sangat terkenal terutama di Kota Solo, tempat kelahiran saya. Buktinya ada desa yang khusus membuat serta menjual berbagai macam batik. Desa Kauman namanya – desa yang disebut sebagai central penghasil batik terbesar di Indonesia. Jika mampir ke Solo, jangan lupa juga mengunjungi PGS (Pusat Grosir Solo) dan batik Danar Hadi. Mulai dari pakaian, celana, dan berbagai macam sandang yang bermotif batik, semuanya ada. *Wah, promosi promosi...*
Oleh karena itu, saya sangat bangga jadi wong Solo asli.

Dulu, sewaktu SMA saja, sekolah saya mempunyai pelajaran khusus membatik. Tujuannya sama, yaitu supaya melestarikan dan memperkenalkan batik kepada remaja. Saya diajar mulai dari cara membatik, memakai canthing, sampai proses pembuatan batik itu sendiri. Ternyata membuat batik itu sungguh memakan proses yang panjang dan sulit. Walau sulit, karya batik saya di pajang di pameran sekolah lho. Haha..

Lalu, apa inti dari postingan ini?
Saya mengajak sodara semua supaya mencintai dan melestarikan hasil budaya (terutama batik) kita sendiri. Nggak mau kan, batik diklaim sebagai warisan budaya negara lain?

Minggu, 17 Mei 2009

When Shoutmix Become My Enemy

Mempunyai shoutmix di blog mungkin menjadi hal yang wajib bagi blogger. Shoutmix memudahkan blogger melakukan komunikasi dengan blogger lain dalam bentuk kesan dan tulisan. Selain itu, blogger bisa mudah bertukar link. Aktivitas blog walking pun menjadi sering dilakukan.

Tapi jangan mengiyakan dulu pendapat saya di atas. Tak selamanya shoutmix membantu blogger. Gara-gara shoutmix, komputer saya mati suri selama seminggu ini.

Begini awal ceritanya.

Hari itu saya mendapat komentar baru di shoutmix. Sebagai blogger pemula saya merasa lumayan senang. Itu tandanya blog saya payu, paling tidak, pernah di buka oleh pengguna internet. Tapi saking saya ke-pede-an, kesenangan itu berubah seketika menjadi kesedihan berarti. Tiba-tiba saja di layar komputer muncul banyak windows hasil dari blog yang saya buka itu lalu nge-hang. Damn.
Alhasil, mati deh komputer saya.

Setelah kejadian tragis itu, saya masih saja fly. Komputer seperti heroin bagi saya. Jika tak menyentuhnya sehari saja, badan ini mulai greges-greges. Saya bisa mati gaya. Hehe...

Sudah bisa ditebak, itu akibat dari ulah virus. Saya jadi teringat percakapan di radio Prambors Solo yang membahas virus komputer. Menurut narasumbernya, virus bisa datang ke blog yang memiliki banyak link. Kebanyakan virus yang berkebangsaan Indonesia biasanya menggunakan nama-nama gaul dan teknologi. Persis dengan kasus saya dan blog yang saya buka itu berbau teknologi. Apes apes... Akhirnya uang seratus ribu hilang sudah untuk memperbaiki komputer saya.

Selasa, 12 Mei 2009

Anak Indonesia Melek IT

Kejadian ini sudah berlangsung tiga bulan lalu atau mungkin lebih, saya lupa tepatnya kapan.
Sebagai mahasiswi semester empat saya tidak pernah lepas dari tugas yang diharuskan untuk mencari sumber di internet. Dan inilah sejentik kisah yang saya dapat di sebuah warnet dekat kampus.

Air conditioner alias AC di warnet yang saya kunjungi lumayan sejuk mengingat udara di luar ruangan sangat panas. Saya pun mulai nge-net untuk mencari tugas sambil membuka situs pertemanan saya pula - sambil menyelam minum air, hehe.

Sekitar sepuluh menit berada di komputer urutan nomor empat, saya mendapati segerombolan anak sekitar kelas lima sekolah dasar, tiba-tiba masuk ke dalam warnet dengan wajah polos. Mereka duduk dua dua di tempat yang masih longgar dan kebetulan di depan saya berada.

Dan kamu tahu apa yang mereka lakukan?

Ya, sambil kaki yang menggantung-gantung karena kursi yang terlalu tinggi, mereka asik mem-browsing! Tak hanya itu saja yang mereka lakukan. Berlagak seperti orang dewasa pada umumnya, mereka nge-net nyambi sms-an entah dengan siapa, serta sambil menikmati sekaleng coca-cola dingin pula. *Nikmat tenan, cah!* Cocok untuk udara panas begini, minum yang dingin-dingin. Dasar kelakuan anak jaman sekarang...

Ilustrasi gambar: diperagakan oleh model

Lalu saya berpikir, apa saja yang mereka buka di situs internet ya? Dalam benak saya, mungkin mereka membuka atau mencari gambar-gambar kartun atau hal-hal yang disukai anak kecil normal. Tapi saya khawatir. Tanpa ditemani orang yang lebih tua dari mereka, bisa saja mereka membuka situs-situs yang dilarang untuk dibuka oleh anak seumuran mereka. Bayangkan jika mereka membuka-buka gambar syur atau porno, bisa berabe deh. Who know!? Dan lumayan kaget pula saya tahu bahwa mereka juga memiliki hape berkamera. Bahkan hape saya kalah bagus dari hape mereka.

Memang hal yang menarik untuk dibahas. Apakah orang tua mereka tidak memfilter kebutuhan anak mereka yang notabene masih precil dan belum pantas menggunakan alat-alat super canggih seperti itu? Oleh karena itu, peran orang tua memang sangat penting di jaman edan seperti sekarang. Orang tua harus bertindak sebagai agent of change terhadap anaknya. *Kok tugasnya seperti mahasiswa ya?*

Saya mulai tidak konsen dengan pencarian tugas saya sendiri. Pikiran saya selalu tertuju kepada anak-anak itu. Sesekali saya memandang mereka dan memalingkan pandangan ke arah lain jika mereka ganti melihat saya. Sayang... saya tidak punya foto mereka saat membrowsing disana. Hape saya masih monophonic kawand!

Minggu, 19 April 2009

Finally 20

Tidak terasa perjalanan hidup seorang Tita sudah mencapai langkah 20. Tepat tanggal 18 April, semua harapan dan cita-cita disatukan dalam sebuah doa.

Di awal kehidupan baru ini, saatnya untuk terlahir kembali menjadi pribadi baru, pribadi yang lebih baik, dan pribadi yang lebih dewasa. Dan di angka 20 ini, saya akan mencoba untuk menjadi personal yang berguna bagi orang lain.

Thank’s untuk Ibu, Aan, Rian
Thank’s buat Bapak atas Brownie baru untuk saya
Dan untuk Tika, Novita, Dewi, Retno, Hanan, serta teman- teman yang ada di FB, thank’s atas ucapan emas kalian.
Happy B’Day to me!!! *Narsis*



Cheers,

Tita

Kamis, 09 April 2009

Contreng Day

Nyontreng. Nyon.treng. Trengnyon.

Yap, hari ini saya menuju ke TPS belakang rumah dengan perasaan yang masih mengganjal sangat. Awalnya saya hanya duduk dan mata ini tertuju pada empat buah kotak suara yang terjajar apik. Kotak-kotak suara tersebut ditempeli badannya dengan kertas dan nama yang berbeda pula. Disini sudah membuat saya mulai bengong plus bingung.

Oh, ternyata pemilu kali ini memang beda. Ada empat surat suara untuk memilih DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota. Maklum, sehari sebelum pencontrengan saya baru mengetahui tata cara nyontreng, itupun dari televisi. Katrok memang, tapi hal itu wajar mengingat kesibukan kuliah yang saya alami belakangan ini. Waktu banyak tersita buat mengurus tugas. Perbengongan pun berlanjut.

Walau ukuran surat suara lebih besar dari biliknya, hal ini tak menyurutkan antusiasme warga untuk nyontreng, walau tidak klimaks. Dan yang bisa saya tangkap dari ekspresi wajah mereka adalah Bingung. Alasan kebanyakan adalah caleg dan parpol yang ada saat ini sangat banyak. Pertanyaan lain muncul: Benar- benar siapkah pemilu?
Perbengongan seketika itu akhirnya lenyap ketika nama saya dipanggil petugas PPS.

------------

Indonesia dengan penduduk terbanyak dan negara penganut paham demokrasi memang perlu melakukan pemilu. Demokrasi sendiri berarti oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Ya, sebenarnya pemilu ditujukan untuk rakyat agar kehidupan mereka sejahtera.

Walaupun pilihannya banyak, kita kudu punya pilihan tepat sesuai hati nurani. Semoga dengan pemilu kali ini keadaan Indonesia menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. This country needs our choice, guys! So, don’t be golput ya...

Senin, 06 April 2009

No Excuse

You have no excuse, wherever you are...

------------------------

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang mengabaikan akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Sudah tegakkah sholat Anda?

Gambar: at magnum photos

Rabu, 01 April 2009

The True Story - Rafflesia Arnoldi

Saya setengah tidak percaya ketika seorang teman memberitahu saya bahwa di halaman belakang rumahnya tumbuh bunga Raflesia Arnoldi alias bunga bangkai.

Wah, Mbat, omahmu bakal terkenal ki. Nek wis terkenal, jo lali maem-maem ya...”
Artinya: Wah, Mbat. Rumahmu akan terkenal nih. Jika sudah terkenal, jangan lupa makan-makannya ya... :P
Ah, biasa wae ngono lho Ta”. Ah, biasa saja gitu lho Ta, jawab teman saya.
*Percakapan sedikit didramatisir demi kepentingan postingan ini*

Believe it or not - bunga langka itu dikerumuni banyak lalat dan baunya sangat busuk, busuknya minta ampun. Besarnya baru sebesar dua bola basket, mungkin lebih gedhe.

Kota Sragen namanya jika kamu ingin melihat rafflesia yang pernah saya lihat. Sungguh aneh, bunga ini bisa tumbuh di Pulau Jawa, padahal berdasarkan riset dia hanya bisa tumbuh di hutan Sumatra, Bengkulu. Ngeri ah...
Mbah Wiki saja berkata bahwa bunga terbesar di dunia ini telah tersebar di berbagai tempat di penjuru dunia. Di Amerika, bunga yang muncul seringkali diberi julukan atau nama tertentu dan selalu menarik perhatian banyak pengunjung.
Subhanallah...

Thx to Rambat for helping me to take this photo. Hihhi…

Bunga Bangkai

Contact

Saktita Sandy W's Profile
Saktita Sandy W's Facebook profile

Klik disini:
Friendster
Facebook
Email:




Create Your Badge