Buku Tamu

Sabtu, 16 Januari 2010

Portrait of Natural Beauty

Hmm, saya jadi teringat lagu koes plus “kolam susu ” yang didalamnya ada kalimat seperti ini:

"Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman…."

Memang benar, tanah Indonesia seperti surganya tanaman. Berbagai macam tanaman bisa tumbuh dengan subur dan hewan-hewan pun ikut menikmatinya. Tak jauh beda dengan kebun budhe saya yang tumbuh bermacam-macam tanaman. Memang, saya tidak begitu familiar dengan jenis-jenisnya. Yang saya tahu hanyalah anthurium. Ya, anthurium.... *Plak!!!*

Alhasil kebun budhe saya jadikan tempat bereksperiemen. Dengan berbekal camdig DSC-W110, saya berhasil memfoto-foto walau hasilnya nggak sebagus yang saya kira.

And this is the time to prove my happiness...



Ulat daun

Bunga layu

Wild mushroom

Tambah GambarRoot of Anthurium


Ok, ini pertama kali saya update di tahun 2010 ini. haha...

Jumat, 14 Agustus 2009

Hanya Sebuah Perjalanan

Kamis kemarin tepatnya, saya berkesempatan dolan dengan teman semasa SMP. Ya… sekedar reuni kecil-kecilan sekaligus menghabiskan masa liburan kuliah Tidak jauh-jauh pula tujuannya, hanya di sekitaran Yogyakarta, Malioboro.

The Beginning
Perjalanan panjang ini dimulai dengan naik kereta Prameks (Prambanan Express). Dewi chaby, selaku otak perencana perjalanan ini serta Galuh gaga, seorang rekan penunjuk arah, ikut dalam ekspedisi menyenangkan kali ini. Hehe…

Daan… inilah yang saya tunggu. Naik kereta Prameks. Ini kali kedua saya naik kereta dalam dua puluh tahun ini.
Pengalaman naik Prameks? Jangan ditanya, sodara. Saya jadi malu sendiri…Jujur, saya nggumun plus nervous. Ternyata inilah wajah Indonesia jika dipandang dari point of view yang berbeda. Mainset yang ada di benak saya selama ini adalah kekumuhan dan ketidakteraturan. Tapi setelah saya melihatnya sendiri, hal itu sirna seketika.


Kereta di stasiun Jebres, Solo

Jalan-jalan ke Malioboro
Setelah berada satu jam di kereta, kami bersiap-siap. Turunlah para trio cantik ke stasiun Tugu. Kemudian dilanjutkan berjalan kaki ke Maloiboro. Ya, berjalan - salah satu olahraga yang cocok untuk mengencangkan paha Anda. Apalagi jika sudah muter-muter ke Malioboronya sendiri, dijamin kaki akan pegel-pegel tapi terefleksi seketika dengan kegembiraan. :?

Lima jam pun terbunuh dengan cepat, tanpa koma terlebih dahulu. Akhirnya saya akan segera pulang juga ke Solo. Naik Prameks lagi. Saya senang naik Prameks karena saya bisa mengantuk, liyer-liyer.
Dan pengalaman yang tak terlupa dari perjalanan ini adalah: saya berbicara dengan bule! :D
Daripada saya ngoceh yang nggak jelas, Mr. frodo saja yang akan cerita lewat lensanya.

Di sebuah sudut kecil di Malioboro, Yogyakarta

Peron di Stasiun Tugu, Yogyakarta

Selasa, 21 Juli 2009

Demam Manohara

Siapa sih yang nggak kenal sama Manohara? Sejak kemunculnya di televisi, dimana semua orang sudah khatam membaca dan mendengar ceritanya yang pilu, Manohara sontak terkenal mendadak.

Seakan nggak mau ketinggalan tenar seperti sang model yang cantik nan rupawan itu, dunia fesyen ikut bergelora. Betapa tidak. Mall-mall di Solo terbanjiri oleh model-model tas bahkan kerudung bernama Manohara. Contohnya saja di PGS (Pusat Grosir Solo), dimana tidak ada satu kios pun yang tidak menjual ‘Manohara’. Sang lakon rupanya berhasil menarik minat walaupun tanpa dia sengaja dan bisa memberikan peluang bisnis yang besar.

Tapi marketing strategi yang menurut saya agak aneh tersebut sukses dengan baik. Animo masyarakat terutama kaum hawa yang jadi tujuan sasarannya mulai berduyun-duyun membeli barang-barang itu. Tak heran jika saya sering menemukan sesosok wanita di mall-mall sudah terhipnotis mode. [termasuk saya juga], hehe…

Strategi ini memang menguntungkan apalagi bagi para penjual. Mengingat modelnya juga pantas, modern, dan high creativity, tak salah jika kaum hawa sangat tertarik untuk membeli. Pembeli pun untung besar-besaran.

Tapi yang namanya juga mode, tren, selalu berubah seiring berjalannya waktu. Mungkin ini lagi model yang paling terkenal. Pada saatnya nanti pasti akan meredup juga. Pokoknya terima kasih sama dik Mano yang telah mnghidupkan dunia fesyen di Solo atau mungkin di Indonesia.

Gambar: dari sini

Senin, 20 Juli 2009

Long Long Vacation

Libur tlah tiba, libur tlah tiba,
Hore! Hore! Hore!
Hehe...

Liburan tlah tiba dan saya tetap saja berada di rumah. Mengakar, sodara. Tapi selama masih ada internet, tenang-tenang saja untuk membunuh waktu penuh ini.
Saya mulai singgah ke wordpress. Dan dengan tega saya katakan bahwa saya mulai selingkuh (maafkan saya, oh blogspot...). Dan inilah blog kedua saya:


Hanya trial and error saja. Contentnya juga nggak beda-beda amat sama si blogspot. Yah, semoga saja saya kuat ngurusin dua peliharaan baru ini. (Satu blog saja susah apalagi dua!)
Hehe... Wish me luck!!!
:D

Jumat, 26 Juni 2009

Tanpa Permisi

Cerita di balik lumpur Lapindo



Lapindo oh Lapindo...
Kapan penderitaan ini akan berakhir?


Terinspirasi dari debat capres putaran pertama yang mengangkat masalah lumpur lapindo, membuat saya jadi pengen memposting tentang lumpur super ini.

Sudah tiga tahun lapindo mengeluarkan lumpurnya tanpa henti. Banyak korban terutama penduduk di sekitar daerah tersebut yang mengungsi. Entah bagaimana nasib mereka selanjutnya.

Kata pak dosen saya, sebelum kejadian lumpur panas, di sekitar tempat tersebut sering dilakukan transaksi perdagangan miras. Bahkan lebih tepatnya dijadikan sebagai gudang miras terbesar. Prostitusi pun merajalela di sana.
Percaya tidak percaya, tapi hal itu memang ada benarnya.

Kejadian lumpur panas itu akibat ulah manusia sendiri yang kurang mendengar peringatan-peringatan dari Allah SWT. Di dalam Al Quran pun sudah dijelaskan bahwa Allah akan menurunkan azab pedih tanpa memandang manusia itu beriman atau tidak.

”Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah, bahwa Allah amat keras siksa-Nya.”
(Q.S. Al-Anfal: 25).

Moga-moga saja capres yang terpilih nantinya bisa mengatasi kejadian luar biasa ini.
--------

Kamis, 11 Juni 2009

Summer Scent

Setelah bingung mencari objek di sekitar rumah; seperti di bawah kolong meja, toilet, tempat pemean, taman depan rumah, dan sebagainya...
Akhirnya bunga anggrek dan bunga adenium di taman belakang menolong saya keluar dari kefrustasian ini. Bunga yang tidak saya sangka dapat mekar kembali karena kemadulannya dalam bertumbuh, tiba-tiba njedul dan pamer mahkota kepada saya. Sungguh bunga-bunga yang sombong.
Ya tidak apa-apa lah. Daripada tidak menemukan satu objek pun untuk dipotret pada musim panas kali ini. Terpaksa saya mengambil si 'dia'.

Harap maklum jika potonya jelek. Lha wong saya sekedar coba-coba dan belum terlalu ahli di bidang fotografi.

SE K770i
28 April 2009
12:11 PM





DSC-W110
9 April 2009
12:21 PM

Note: penulis menerima segala macam kritikan pedas dan membangun

:)

Jumat, 05 Juni 2009

Kantor Pos dan Zaman

Sebuah bangunan agak tua masih saja berdiri di jantung jalan kota Solo. Bangunan yang masih megah dengan sisi gelap dan isi yang tidak terlalu berfungsi dengan baik. Embel-embel Kantor Pos Solo (Persero) bertandang erat di papan yang tertempel di temboknya.

Samping jalan di kantor pos relatif lenggang. Padahal dulu banyak sekali pedagang kaki lima berjajar di trotoar yang sekarang tampak lenggang itu. Jasa orang mengangkat pun sudah tidak bisa ditemui lagi. Alih-alih semuanya menjadi tatanan rapi dan tidak berserakan seperti dulu, yang membuat kesemrawutan kota.

Kantor pos seperti barang substitusi yang sudah habis manisnya, sepahnya lalu dibuang. Kok bisa?
Dengan semakin majunya teknologi, peran kantor pos tidak lagi jadi icon pahlawan lagi. Bayangkan sadjo, semua peran kantor pos diambil alih oleh Mbah internet. * Dasar jahat kamu, Mbah Net! *
Haha.

Begini.

Coba kita telusuri jaman mekak ra penak dulu. Hal ini pasti juga sodara dan saya pernah mengalaminya. Ketika masih duduk di kelas enam SD, saat hari raya idul fitri tiba, saya suka sekali membeli kartu ucapan untuk dikirimkan ke teman-teman dan sanak sodara. Saya juga penggemar perangko dan pernah menjadi filatelis. Segala macam perangko saya kumpulkan dan kadang bertukaran dengan teman. Oleh karena itu, saya sering ke kantor pos (Itu duluuu...).
Pokoke nyenengkeh lah.

Kantor Pos Solo

Coba bandingkan di jaman sekarang, berkirim surat tidak harus lewat kantor pos lagi. Layanan jasa seperti SMS, MMS, facebook, email dan lain-lain sudah menjamur. Selain lebih cepat, jasa-jasa ini relatif lebih efisien dan murah - modern pula. Nggak usah bersusah payah ke kantor pos, kita sudah bisa menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan dengan cuma-cuma dan sambil duduk manis.
* Kok saya jadi serius begini ya? *

Intinya, jika kantor pos tidak melakukan inovasi, mungkin beberapa tahun ke depan kantor pos benar-benar bisa punah. Saya tidak ingin kantor pos punah!!! *Bengong*

Rabu, 20 Mei 2009

Batik

Warisan budaya nan Elok...


Batik

Siapapun pasti sudah kenal dengan batik. Batik seperti yang saya tahu, merupakan hasil budaya bangsa Indonesia yang indah, yang tidak ada duanya di muka bumi ini. Hehe...

Batik adalah sehelai wastra/ kain yang dibuat secara tradisional, beragam hias pola-pola tertentu, yang pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan malam atau lilin batik sebagai bahan perintang warna.

Batik sangat terkenal terutama di Kota Solo, tempat kelahiran saya. Buktinya ada desa yang khusus membuat serta menjual berbagai macam batik. Desa Kauman namanya – desa yang disebut sebagai central penghasil batik terbesar di Indonesia. Jika mampir ke Solo, jangan lupa juga mengunjungi PGS (Pusat Grosir Solo) dan batik Danar Hadi. Mulai dari pakaian, celana, dan berbagai macam sandang yang bermotif batik, semuanya ada. *Wah, promosi promosi...*
Oleh karena itu, saya sangat bangga jadi wong Solo asli.

Dulu, sewaktu SMA saja, sekolah saya mempunyai pelajaran khusus membatik. Tujuannya sama, yaitu supaya melestarikan dan memperkenalkan batik kepada remaja. Saya diajar mulai dari cara membatik, memakai canthing, sampai proses pembuatan batik itu sendiri. Ternyata membuat batik itu sungguh memakan proses yang panjang dan sulit. Walau sulit, karya batik saya di pajang di pameran sekolah lho. Haha..

Lalu, apa inti dari postingan ini?
Saya mengajak sodara semua supaya mencintai dan melestarikan hasil budaya (terutama batik) kita sendiri. Nggak mau kan, batik diklaim sebagai warisan budaya negara lain?

Minggu, 17 Mei 2009

When Shoutmix Become My Enemy

Mempunyai shoutmix di blog mungkin menjadi hal yang wajib bagi blogger. Shoutmix memudahkan blogger melakukan komunikasi dengan blogger lain dalam bentuk kesan dan tulisan. Selain itu, blogger bisa mudah bertukar link. Aktivitas blog walking pun menjadi sering dilakukan.

Tapi jangan mengiyakan dulu pendapat saya di atas. Tak selamanya shoutmix membantu blogger. Gara-gara shoutmix, komputer saya mati suri selama seminggu ini.

Begini awal ceritanya.

Hari itu saya mendapat komentar baru di shoutmix. Sebagai blogger pemula saya merasa lumayan senang. Itu tandanya blog saya payu, paling tidak, pernah di buka oleh pengguna internet. Tapi saking saya ke-pede-an, kesenangan itu berubah seketika menjadi kesedihan berarti. Tiba-tiba saja di layar komputer muncul banyak windows hasil dari blog yang saya buka itu lalu nge-hang. Damn.
Alhasil, mati deh komputer saya.

Setelah kejadian tragis itu, saya masih saja fly. Komputer seperti heroin bagi saya. Jika tak menyentuhnya sehari saja, badan ini mulai greges-greges. Saya bisa mati gaya. Hehe...

Sudah bisa ditebak, itu akibat dari ulah virus. Saya jadi teringat percakapan di radio Prambors Solo yang membahas virus komputer. Menurut narasumbernya, virus bisa datang ke blog yang memiliki banyak link. Kebanyakan virus yang berkebangsaan Indonesia biasanya menggunakan nama-nama gaul dan teknologi. Persis dengan kasus saya dan blog yang saya buka itu berbau teknologi. Apes apes... Akhirnya uang seratus ribu hilang sudah untuk memperbaiki komputer saya.

Selasa, 12 Mei 2009

Anak Indonesia Melek IT

Kejadian ini sudah berlangsung tiga bulan lalu atau mungkin lebih, saya lupa tepatnya kapan.
Sebagai mahasiswi semester empat saya tidak pernah lepas dari tugas yang diharuskan untuk mencari sumber di internet. Dan inilah sejentik kisah yang saya dapat di sebuah warnet dekat kampus.

Air conditioner alias AC di warnet yang saya kunjungi lumayan sejuk mengingat udara di luar ruangan sangat panas. Saya pun mulai nge-net untuk mencari tugas sambil membuka situs pertemanan saya pula - sambil menyelam minum air, hehe.

Sekitar sepuluh menit berada di komputer urutan nomor empat, saya mendapati segerombolan anak sekitar kelas lima sekolah dasar, tiba-tiba masuk ke dalam warnet dengan wajah polos. Mereka duduk dua dua di tempat yang masih longgar dan kebetulan di depan saya berada.

Dan kamu tahu apa yang mereka lakukan?

Ya, sambil kaki yang menggantung-gantung karena kursi yang terlalu tinggi, mereka asik mem-browsing! Tak hanya itu saja yang mereka lakukan. Berlagak seperti orang dewasa pada umumnya, mereka nge-net nyambi sms-an entah dengan siapa, serta sambil menikmati sekaleng coca-cola dingin pula. *Nikmat tenan, cah!* Cocok untuk udara panas begini, minum yang dingin-dingin. Dasar kelakuan anak jaman sekarang...

Ilustrasi gambar: diperagakan oleh model

Lalu saya berpikir, apa saja yang mereka buka di situs internet ya? Dalam benak saya, mungkin mereka membuka atau mencari gambar-gambar kartun atau hal-hal yang disukai anak kecil normal. Tapi saya khawatir. Tanpa ditemani orang yang lebih tua dari mereka, bisa saja mereka membuka situs-situs yang dilarang untuk dibuka oleh anak seumuran mereka. Bayangkan jika mereka membuka-buka gambar syur atau porno, bisa berabe deh. Who know!? Dan lumayan kaget pula saya tahu bahwa mereka juga memiliki hape berkamera. Bahkan hape saya kalah bagus dari hape mereka.

Memang hal yang menarik untuk dibahas. Apakah orang tua mereka tidak memfilter kebutuhan anak mereka yang notabene masih precil dan belum pantas menggunakan alat-alat super canggih seperti itu? Oleh karena itu, peran orang tua memang sangat penting di jaman edan seperti sekarang. Orang tua harus bertindak sebagai agent of change terhadap anaknya. *Kok tugasnya seperti mahasiswa ya?*

Saya mulai tidak konsen dengan pencarian tugas saya sendiri. Pikiran saya selalu tertuju kepada anak-anak itu. Sesekali saya memandang mereka dan memalingkan pandangan ke arah lain jika mereka ganti melihat saya. Sayang... saya tidak punya foto mereka saat membrowsing disana. Hape saya masih monophonic kawand!